Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Maret 2019•Update: 18 Maret 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Amerika Serikat mengumumkan pada Kamis bahwa pihaknya akan menyediakan lebih dari USD397 juta bantuan kemanusiaan tambahan untuk upaya menanggapi krisis Suriah.
Suntikan dana baru itu akan digunakan untuk membantu organisasi non-pemerintah seperti Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHCR) dan Dana Anak Internasional PBB (UNICEF) dalam menyediakan makanan, tempat tinggal, obat-obatan dan pendidikan untuk 12 juta warga di Suriah serta hampir 6 juta pengungsi yang tinggal di negara-negara terdekat.
"Amerika Serikat menyerukan akses kemanusiaan segera, aman dan tanpa hambatan untuk semua orang yang membutuhkan di Suriah," kata Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.
"AS menegaskan kembali dukungannya untuk kebebasan bergerak bagi semua orang yang dipindahkan dan pemulangan pengungsi yang aman, sukarela dan bermartabat serta orang-orang terlantar secara internal dalam proses yang bebas dari paksaan," tambahnya.
Suriah menderita akibat perang sipil sejak awal 2011, ketika rezim Assad menyerang demonstran pro-demokrasi dengan brutal.
Menurut pejabat PBB, akibat konflik tersebut, ratusan ribu orang tewas dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi.
Diperkirakan 83 persen warga Suriah hidup di bawah garis kemiskinan, menurut UNHCR.
Sebagian besar dana, atau sekitar USD135 juta, akan digunakan untuk bantuan di dalam wilayah Suriah, di mana dana tersebut akan digunakan tidak hanya untuk makanan dan tempat tinggal, tetapi juga untuk persediaan bantuan kritis, program konseling dan perlindungan yang sangat dibutuhkan untuk orang-orang yang paling rentan di negara.
Selain Suriah, negara-negara yang menerima dana dari AS sebagai bagian dari upaya bantuan Suriah termasuk Lebanon, Yordania, Turki, Irak dan Mesir.
AS juga akan memberikan hampir USD81 juta bantuan ke Turki, yang menampung pengungsi Suriah terbanyak dari negara mana pun di dunia.
Dana itu akan dialokasikan untuk membantu sekolah dan program psikososial untuk komunitas pengungsi di negara ini.
Dengan tambahan dana tersebut, hingga saat ini, Washington telah menggelontorkan sekitar USD9,5 miliar untuk membantu upaya bantuan Suriah sejak konflik dimulai, menurut Departemen Luar Negeri.
Pengumuman bantuan tambahan disampaikan sehari setelah UNHCR mengeluarkan pernyataan bersama dengan dua lembaga PBB lainnya yang menyerukan peningkatan pendanaan untuk upaya bantuan di dalam wilayah Suriah serta program pengungsi dan ketahanan regional, yang mendukung negara-negara yang menampung para pengungsi Suriah.
Menurut data tahun lalu, hanya 62 persen dari USD5,6 miliar yang diperlukan untuk sepenuhnya mengimplementasikan rencana pengungsi, sementara hanya 65 persen dari USD3,4 miliar ketahanan regional yang didanai.