Nıcky Aulıa Wıdadıo
06 Januari 2020•Update: 07 Januari 2020
JAKARTA
Sebanyak 12 daerah berstatus tanggap darurat setelah dilanda bencana dan banjir akibat hujan ekstrem dan angin kencang sejak 31 Desember 2019.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan status tanggap darurat mempermudah pemerintah pusat memberikan bantuan kepada korban banjir.
“Dalam hal ini BNPB dapat memberikan bantuan dana siap pakai (DSP) ke pemerintah daerah,”
kata Agus melalui keterangan tertulis, Senin.
Daerah yang berstatus tanggap darurat bencana yakni Kota Bekasi dan Kota Depok pada 1-7 Januari 2020; Kabupaten Bekasi, Bandung Barat, Indramayu dan Karawang pada 2-8 Januari 2020; dan Kabupaten Bogor pada 2-16 Januari 2020.
Selain itu, sejumlah daerah juga menerapkan status tanggap darurat sejak 1-14 Januari 2020 yakni Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak.
Menurut data BNPB hingga Senin pagi, sebanyak 66 orang tewas dan dua orang masih hilang akibat banjir.
Lebih dari 500 ribu orang terdampak banjir di 13 kabupaten dan kota di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.
Sekitar 35 ribu orang masih mengungsi di 127 titik pengungsian hingga hari ini, pengungsi terbanyak ada di Bekasi.
BNPB meminta masyarakat tetap dihimbau untuk selalu waspada meski genangan banjir pada beberapa wilayah telah surut.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem dengan curah hujan yang tinggi masih akan berlangsung sepekan ke depan.