Maria Elisa Hospita
30 Desember 2018•Update: 31 Desember 2018
Adham Kako
ANKARA
Dalam tiga bulan terakhir, koalisi yang dipimpin sekutu Amerika Serikat (AS) dan teroris YPG / PKK membunuh 165 warga sipil di Deir ez-Zor di Suriah Timur.
Serangan pasukan koalisi ke daerah itu menewaskan 153 warga sipil, termasuk 71 anak-anak dan 29 perempuan, sementara serangan oleh teroris YPG / PKK menewaskan 12 warga sipil pada periode yang sama, termasuk tiga anak.
Hal itu dipaparkan oleh Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) dalam sebuah laporan yang mendata jumlah korban selama 101 hari dari 11 September - 20 Desember.
Setelah pusat distrik Hajin, Deir ez-Zor, diserang oleh kelompok teror YPG / PKK, sekitar 6.000 warga sipil terlantar di bawah pengepungan pasukan rezim Bashar al-Assad dan teroris YPG / PKK.
Laporan itu menambahkan bahwa Daesh menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia, sehingga menjadikan mereka sasaran utama serangan rezim dan teroris.
Saat ini Daesh masih memegang kendali atas lima kota di Provinsi Deir ez-Zor. Dengan bantuan AS, teroris YPG / PKK juga memegang kendali atas Sungai Efrat.
Pasukan rezim, sementara itu, mempertahankan kendali di barat Deir ez-Zor. Hingga hari ini, teroris YPG / PKK menduduki sekitar 28 persen dari seluruh wilayah Suriah.
Turki sejak lama menentang AS yang bersekutu dengan teroris YPG / PKK melawan Daesh, karena menggunakan satu kelompok teroris untuk melawan kelompok teror lainnya tidak masuk akal.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa - telah bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. YPG adalah cabangnya di Suriah.
Turki akan segera meluncurkan operasi kontrateroris ketiga melawan teroris YPG / PKK di utara Suriah.
Suriah telah terkepung perang saudara mematikan sejak awal tahun 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menyerang demonstran dengan brutal.