Maria Elisa Hospita
07 September 2018•Update: 08 September 2018
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Delapan anggota Dewan Keamanan PBB Eropa mendukung upaya diplomatik Turki untuk mencegah serangan di Idlib, barat laut Suriah.
Olof Skoog, duta besar dan utusan permanen Swedia untuk PBB, mengatakan bahwa operasi militer di Idlib akan memperparah konflik di wilayah yang bergejolak itu.
"Idlib adalah zona de-eskalasi terakhir di Suriah yang telah disepakati dalam perundingan Astana," kata dia.
"Kami menyatakan dukungan kami untuk upaya diplomatik Turki dan PBB," tambah Skoog.
Skoog mendesak Rusia dan Iran untuk mematuhi "peraturan gencatan senjata dan de-eskalasi yang telah mereka sepakati sebelumnya, termasuk memprioritaskan keselamatan warga sipil".
Delapan anggota dewan keamanan yang mendukung upaya Turki adalah Italia, Jerman, Prancis, Inggris, Belanda, Swedia, Belgia, dan Polandia.
Baru-baru ini, rezim Bashar al-Assad mengumumkan rencananya untuk melancarkan serangan militer besar-besaran ke daerah tersebut, yang dikendalikan oleh beberapa kelompok oposisi bersenjata.
Pada Selasa, pesawat tempur Rusia menggempur target sipil dan oposisi di Idlib.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Iran Hassan Rouhani dijadwalkan untuk bertemu di Teheran pada Jumat, untuk pertemuan puncak trilateral membahas Suriah.