Maria Elisa Hospita
18 Januari 2019•Update: 20 Januari 2019
Husameldin Badawi Ahmed Almayl dan Gulsen Topcu
KHARTOUM, Sudan
Komite Pusat Dokter Sudan mengumumkan aksi mogok kerja di beberapa rumah sakit, setelah seorang dokter terbunuh dalam aksi protes di ibu kota, pada Kamis.
Komite memutuskan untuk menarik semua dokter dari rumah sakit yang berafiliasi dengan institusi militer dan milik anggota Partai Kongres Nasional.
Lewat sebuah pernyataan, mereka menegaskan bahwa dokter melayani pasien di rumah sakit, bukan rezim.
Menurut komite tersebut, institusi-institusi militer telah membunuh demonstran yang menyampaikan aspirasinya dengan damai.
Dua orang yang terbunuh dalam unjuk rasa di Khartoum adalah Dr. Babikir Abdul Hamid dan seorang anak di bawah umur, Mohamed Obied.
Pemerintah Sudan menyebutkan bahwa jumlah korban tewas dalam aksi protes yang sudah berlangsung selama sebulan itu adalah 24 orang.
Beberapa wilayah Sudan telah diguncang gelombang protes sejak pertengahan Desember.
Demonstran mengecam kegagalan pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan memulihkan krisis komoditas-komoditas penting.
Presiden Omar al-Bashir yang berkuasa sejak 1989 telah berjanji untuk melakukan reformasi ekonomi.