Maria Elisa Hospita
22 April 2019•Update: 23 April 2019
Adel Abdelrheem Humaida Elfadol
KHARTOUM
Ketua Dewan Transaksi Militer Sudan (MTC) Abdel Fattah Burhan pada Minggu mengkonfirmasi bahwa Presiden Omar al-Bashir - yang digulingkan oleh militer - beserta pejabat rezimnya kini berada di penjara.
"Semua pejabat rezim lama, termasuk al-Bashir dan para komandannya, dipenjara dan harta benda mereka disita," ujar Burhan saat diwawancarai televisi pemerintah Sudan.
Menurut dia, uang sebesar USD350.000, EUR7 juta, dan sejumlah miliar pound Sudan ditemukan di rumah al-Bashir.
Komandan itu menekankan bahwa tidak ada tahanan politik di Sudan. Selain itu, pejabat dinas keamanan dan intelijen yang sudah diselidiki diminta pensiun.
MTC juga bertekad untuk mempercepat "transisi kekuasaan ke warga sipil".
"Kami tidak datang dengan kudeta, tetapi dengan revolusi. Kami tidak berniat untuk tetap berkuasa," tegas Burhan.
Dia mengatakan bahwa dirinya lebih suka pemerintahan teknokrat segera dibentuk.
"Restrukturisasi negara akan memakan waktu lama karena masalah korupsi di institusi-institusi negara," tambah ketua MTC.
Militer Sudan telah menggulingkan Presiden Omar al-Bashir, yang memerintah Sudan sejak 1989, menyusul aksi protes warga Sudan terhadap pemerintahannya selama berbulan-bulan.
Militer juga membentuk dewan militer untuk menjalankan pemerintahan selama masa transisi dua tahun.