Hayati Nupus
10 Februari 2019•Update: 11 Februari 2019
Alaattin Dogru
N’DJAMENA, Chad
Dokter Turki memberikan layanan kesehatan kepada lebih dari 700 orang di Chad, menurut kelompok kemanusiaan pada Sabtu.
Ahmet Fatih Ceyhan, koordinator proyek dari Yeryuzu Doktorlari Association (YDD), mengatakan bahwa dua pediatri, seorang praktisi keluarga dan seorang dokter gigi melakukan pemeriksaan medis terhadap 580 siswa dan 140 civitas akademik sebuah sekolah di ibu kota N 'Djamena.
Sekolah ini dikelola oleh Yayasan Maarif Turki.
Para dokter sukarela melakukan sejumlah tes medis, termasuk Hepatitis B, C, HIV dan sifilis pada staf sekolah.
Dia menambahkan bahwa mereka akan memberikan perawatan medis bagi peserta yang memiliki persoalan kesehatan.
Ceylan mengatakan bahwa unit dental bergerak dibawa dari Turki untuk memberikan layanan pembersihan, penambalan, dan pencabutan gigi.
“Proyek ini tak hanya untuk Chad,” dia menambahkan bahwa lembaga tersebut akan “melakukan skrining medis di Sekolah Maarif di 10 negara pada 2019."
YDD menyediakan layanan kesehatan di sekitar 50 negara dengan lebih dari 20.000 sukarelawan di seluruh dunia.
Turki mendirikan Yayasan Maarif pada 2016 untuk mengambil alih administrasi sekolah luar negeri yang terhubung dengan FETO.
Yayasan ini mengambil kendali atas sekolah-sekolah yang sebelumnya dijalankan oleh FETO di seluruh dunia, termasuk setidaknya 32 di Afrika, menurut Kementerian Pendidikan Nasional Turki.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS Fetullah Gulen mengatur kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016 di Turki, yang menyebabkan 251 orang mati syahid dan hampir 2.200 terluka.
Ankara juga menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga-lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan.