Maria Elisa Hospita
15 Februari 2018•Update: 15 Februari 2018
AFRIN, Suriah
Drone milik tentara Turki berhasil mengabadikan saat-saat kelompok teror YPG/PKK melancarkan serangan ke perbatasan provinsi Hatay dan Kilis dari barat Afrin, Suriah.
Rekaman tersebut menunjukkan kondisi di pinggiran kota Jinderes dan para pelaku serangan. Teroris YPG/PKK tampak melancarkan serangan ke penduduk sipil Turki dari rumah-rumah di area permukiman Suriah.
YPG/PKK tampak menyamar sebagai penduduk sipil di permukiman sambil menembakkan meriam yang dipasang di kendaraan mereka. Setelah melancarkan serangan, mereka terlihat melarikan diri ke rumah-rumah terdekat.
Sedikitnya tujuh warga sipil tewas dan 113 lainnya luka-luka dalam serangan tersebut.
Drone berhasil merekam setiap gerakan para teroris, termasuk penempatan kendaraan, keberangkatan dan kedatangan mereka di markas teror YPG/PKK, dan ketika mereka membakar ban-ban kendaraan untuk menghalangi pandangan drone.
Tentara Turki kemudian juga menghancurkan tempat persembunyian teroris di markas yang telah diidentifikasi oleh drone.
Sejak operasi militer dilancarkan ke Afrin, 98 roket dan howitzer telah ditembakkan oleh kelompok teror PYD/PKK ke penduduk sipil yang tinggal di wilayah Turki.
Turki melancarkan Operasi Ranting Zaitun pada 20 Januari untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin.
Staf Militer Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan seluruh wilayah Turki, juga untuk melindungi rakyat Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah.
Pihak militer juga memastikan bahwa sasaran satu-satunya operasi tersebut adalah teroris, sehingga keselamatan penduduk sipil adalah yang menjadi prioritas utama.
Afrin merupakan tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak 2012, yaitu ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa perlawanan.