Ali Murat Alhas
05 Agustus 2021•Update: 06 Agustus 2021
ANKARA
Duta Besar Paraguay untuk Turki Ceferino Adrian Valdez Peralta pada Rabu berkunjung ke kantor pusat Anadolu Agency, sumber berita utama Turki, di ibu kota Ankara.
Duta Besar Paraguay Valdez disambut oleh Serdar Karagoz, direktur jenderal kantor berita tersebut, dan Yusuf Ozhan, wakil direktur jenderal dan pemimpin redaksi di markas besar Anadolu Agency.
Dalam kunjungan tersebut, Karagoz menceritakan tentang kegiatan Anadolu Agency dan aktivitas jurnalistik serta cakupan operasionalnya.
Direktur jenderal Anadolu Agency mengungkapkan bahwa lembaganya melaporkan kepada dunia tentang suatu peristiwa dari tempat yang sebenarnya.
Setelah meningkatkan investasinya secara signifikan dalam satu dekade terakhir, Anadolu Agency bertujuan untuk melaporkan kejadian dari seluruh dunia, kata Karagoz.
Duta Besar Valdez, pada bagiannya, menyoroti pentingnya meningkatkan hubungan antara kedua negara dan peran penting yang dimainkan media, terutama Anadolu Agency.
Duta Besar Valdez mengatakan bahwa selalu ada hubungan positif antara Paraguay dan Turki; berita dan iklan positif dapat lebih meningkatkan hubungan masyarakat kedua negara yang sedang berkembang.
Menyinggung keberhasilan kerja Anadolu Agency, dia mengatakan bahwa masyarakat Paraguay menyambut baik Anadolu Agency dengan liputannya.
Duta besar itu memuji upaya Turki mengenai kebakaran hutan yang sedang berlangsung dan mengatakan dirinya kagum dengan solidaritas rakyat Turki dan pendekatan unit pemadam kebakaran profesional, juga berharap pemulihan cepat untuk Turki.
Selama pertemuan tersebut, Ozhan memberikan presentasi rinci tentang strategi berita, tujuan, kegiatan Anadolu Agency dan memperlihatkan beberapa foto unggulan dari badan itu yang digunakan oleh organisasi media terkemuka di seluruh dunia.
Karagoz dan Valdez juga saling bertukar hadiah simbolis di akhir pertemuan.
Didirikan pada 1920, Anadolu Agency adalah kantor berita global terkemuka yang beroperasi di seluruh dunia. Kantor ini melayani pelanggan di lebih dari 100 negara, termasuk Amerika, Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Asia-Pasifik.