Muhammad Abdullah Azzam
29 April 2020•Update: 01 Mei 2020
Havva Kara Aydin
ANKARA
Menteri kesehatan Turki pada Selasa mengatakan sebanyak 664 warga Turki yang mengidap penyakit-penyakit berbeda telah diangkut oleh fasilitasi angkutan udara oleh pemerintah Turki pada tahun ini.
"Pada tahun ini, 453 pasien telah diangkut oleh helikopter ambulans dan 211 pasien diangkut oleh pesawat ambulans," cuit Fahrettin Koca di Twitter.
Turki telah menyediakan layanan ini sejak 2008, dia menggarisbawahi bahwa Turki adalah satu-satunya negara yang memiliki fasilitas ini secara gratis.
Pernyataannya datang setelah Turki pada Selasa memulangkan seorang pelajar Turki dari Rusia yang mengalami masalah paru-paru dan tak mendapatkan perawatan di sana karena pandemi virus corona.
Mahasiswa kedokteran Haluk Hasan Seyithan Oglu dijemput oleh pesawat ambulans Turki pada Selasa.
Sebelumnya, warga Turki lainnya Emrullag Gulusken pada Senin dievakuasi dari Swedia setelah terinfeksi virus corona namu tidak mendapatkan pelayanan kesehatan di sana.
Selama bulan Ramadan, Turki juga telah mengevakuasi puluhan ribu warga Turki dari 59 negara yang terjebak akibat Covid-19.
Sementara itu, angka kematian di Turki mencapai 2.992 dan sebanyak 38.809 orang sudah pulang dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh dari virus korona.
Setelah terdeteksi pertama kali di China pada akhir tahun lalu, virus korona telah menyebar ke 185 negara dan wilayah.
Virus tersebut telah membunuh lebih dari 215.400 orang dan menginfeksi sekitar tiga juta orang, sementara 920.000 orang telah sembuh, berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins di Amerika Serikat (AS).