Diyar Guldogan
14 Oktober 2018•Update: 15 Oktober 2018
Diyar Guldogan
ANKARA
Keputusan pengadilan Turki pada Jumat untuk membebaskan pendeta Amerika Andrew Brunson adalah keputusan yang imparsial, ujar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kepada rekan sejawatnya dari Amerika.
“Kepada Tuan Presiden @realDonaldTrump, seperti yang selalu saya tekankan, pengadilan Turki membuat keputusan yang imparsial,” cuit Erdogan lewat Twitternya pada Sabtu.
Erdogan juga berharap Turki dan A.S. akan melanjutkan kerja sama yang layak diterima oleh keduanya, dia menambahkan bahwa kedua negara melanjutkan “upaya bersama melawan kelompok-kelompok teroris, khususnya PKK, Daesh dan FETO.”
Pernyataan presiden muncul sebagai tanggapan terhadap Trump yang berterima kasih kepadanya di Twitter terkait pembebasan Brunson, dia mengatakan: “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden @RT_Erdogan atas bantuannya!”
Menolak pernyataan media soal adanya kesepakatan untuk pembebasan pastur, Trump juga mencuit: “TIDAK ADA DEAL yang dibuat dengan Turki untuk pembebasan dan pengembalian Pendeta Andrew Brunson.”
Dia menambahkan: “Penghargaan yang luar biasa atas nama Amerik Serikat, yang akan membawa kepada baiknya, mungkin hubungan yang hebat antara Amerika Serikat & Turki!”
Brunson ditahan pada Desember 2016 di wilayah Aegean, Provinsi Izmir karena menjadi anggota Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik upaya kudeta yang gagal pada 2016.
Setelah beralih dari penjara ke tahanan rumah Juli lalu, Brunson pada Jumat dijatuhi hukuman lebih dari 3 tahun, tapi dia dibebaskan karena masa penahanan telah selesai dan perilaku baiknya selama di tahanan.
Tuduhan terhadapanya termasuk menjadi mata-mata untuk FETO dan PKK, kelompok teroris yang diakui sebagai teroris oleh AS dan UE, yang bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang di Turki, termasuk perempuan dan anak-anak.