Muhammad Abdullah Azzam
18 Februari 2021•Update: 20 Februari 2021
Merve Aydogan
ANKARA
Presiden Turki pada Rabu menekankan bahwa negaranya bertekad "sepenuhnya menghilangkan" semua unsur-unsur teror.
"Kami akan terus berjuang dengan tekad yang kuat sampai kami menghancurkan terorisme dan sepenuhnya menghilangkan masalah teror di negara ini," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan pada kongres Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di ibu kota Ankara.
Bersumpah untuk melindungi negara dari Organisasi Teroris Fetullah (FETO), PKK, dan kelompok teroris Daesh/ISIS, Erdogan mengkritik pemimpin oposisi utama Turki Kemal Kilicdaroglu atas pernyataan terkait pembunuhan 13 warga Turki oleh PKK baru-baru ini di Irak utara.
Pasukan Turki melancarkan operasi pada 10 Februari untuk mencegah PKK dan kelompok teror lainnya membangun kembali wilayah yang digunakan untuk melakukan serangan teror lintas batas di Turki.
Operasi Cakar-Harimau dan Cakar-Elang dimulai sejak Juni lalu untuk memastikan keamanan rakyat dan perbatasan Turki.
"Mereka yang tak dapat mengutuk organisasi teroris separatis [PKK] supaya tidak memojokkan mitra aliansinya [Partai Rakyat Demokratik (HDP)], tidak dapat berbicara tentang kemanusiaan," ungkap Erdogan mengenai pernyataan Kilicdaroglu.
Pemerintah Turki menuding HDP memiliki hubungan dengan kelompok teror PKK.
"Kami melakukan perjuangan ini [melawan terorisme] untuk rakyat kami dan dengan dukungan dari rakyat kami meskipun mereka adalah pendukung organisasi teror separatis [PKK]," tambah Erdogan.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan UE - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gulen, mengatur kudeta yang dikalahkan pada 15 Juli 2016, di mana 251 orang menjadi martir dan hampir 2.200 terluka.
Turki adalah salah satu negara pertama yang mendeklarasikan Daesh/ISIS sebagai kelompok teroris pada 2013.
Negara ini telah diserang oleh teroris Daesh/ISIS beberapa kali. Kelompok teror itu telah melakukan sedikitnya 10 bom bunuh diri, tujuh serangan bom, dan empat serangan bersenjata, menewaskan 315 orang dan melukai ratusan lainnya.
Sebagai tanggapan, Turki meluncurkan operasi anti-teror di dalam dan luar negeri untuk mencegah serangan lebih lanjut.