Dandy Koswaraputra
08 September 2018•Update: 09 September 2018
Sibel Ugurlu
ANKARA
Turki tidak akan menyaksikan pembunuhan puluhan ribu orang tak berdosa di Suriah untuk medukung kepentingan rezim, kata Presiden Turki, Jumat.
Dalam pesan Twitter dalam bahasa Turki, Inggris, Rusia dan Arab, Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki tidak akan hanya menonton dari kejauhan atas permainan seperti itu "jika dunia menutup mata terhadap pembunuhan puluhan ribu orang tak berdosa [di Suriah] ”.
Pernyataan Erdogan datang setelah pertemuannya, Jumat, dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Hassan Rouhani di ibukota Iran Tehran untuk membahas upaya bersama sebagai bagian dari proses perdamaian dan upaya politik Astana untuk menemukan solusi abadi untuk konflik Suriah.
Erdogan mengatakan Turki telah berusaha menghentikan pertumpahan darah di Suriah sejak krisis pecah.
"Tanpa diskriminasi, kami bergegas memberi bantuan saudara-saudari Suriah kami. Hari ini, seperti di masa lalu, kami tidak ingin saudara-saudari Suriah kami menderita," katanya.
Erdogan mengatakan pentingnya Turki mengawal pertemuan puncak tiga hari tersebut yang "mencerminkan perhatian Turki untuk masa depan saudara dan saudari Suriah kita".
Turki dengan jelas menyatakan selama pertemuan Teheran bahwa menggunakan metode yang mengabaikan kehidupan sipil "hanya akan bermain di tangan para teroris," kata Erdogan.
Erdogan mengatakan masalah Idlib harus diselesaikan sejalan dengan proses Astana dan tanpa menimbulkan rasa sakit, ketegangan baru atau lebih banyak penderitaan.
"Menjunjung tinggi prinsip-prinsip yang kami setujui di Astana adalah kunci untuk menemukan solusi politik yang berkelanjutan untuk krisis Suriah juga."
Peringatan terhadap faedah dengan dalih memerangi terorisme, Erdogan mengatakan menolak upaya separatis yang berusaha merusak integritas teritorial Suriah dan keamanan nasional negara tetangga sangat penting.
Dia menekankan bahwa Turki menampung lebih dari 3,5 juta warga Suriah dan bersumpah bahwa Turki akan terus berusaha untuk repatriasi sukarela dan aman pengungsi dan solusi abadi yang akan menciptakan landasan bersama bagi semua pihak dalam perselisihan Suriah.