Omer Koparan
AL-BAB, Suriah
Proses evakuasi terhadap penduduk dan pejuang oposisi di daerah Douma di Ghouta Timur masih terus berlanjut.
Koresponden Anadolu Agency di daerah Al-Bab melaporkan, konvoi ke-19 yang meninggalkan Ghouta Timur telah tiba di Al-Bab.
Konvoi yang terdiri dari 38 bus tersebut membawa 1.477 orang termasuk 583 anak-anak dan 353 wanita.
Sebagian dari mereka ditempatkan di penampungan sementara di Al-Bab, sementara sisanya lainnya ditempatkan di Azez.
Evakuasi dari Douma, yang merupakan titik terakhir yang dikuasai oposisi di Ghouta Timur masih akan terus berlanjut.
Sebanyak 12 konvoi yang membawa warga sipil dan anggota oposisi militer dari daerah Haresta, Arbin, Zamalka dan Ein Tarma telah tiba di Idlib dan Aleppo dalam lingkup evakuasi wajib yang telah dimulai sejak 22 Maret.
Sedangkan evakuasi dari daerah Douma baru dimulai sejak 2 April. Sejumlah tujuh konvoi dilaporkan telah keluar dari Douma sejauh ini.
Setelah rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad meluncurkan serangan kimia yang menewaskan 78 warga sipil pada 7 April lalu, kelompok oposisi di Douma, Jaysh al-Islam dan Rusia mulai melakukan perundingan untuk evakuasi.
Hingga saat ini, jumlah yang telah terevakuasi dari Ghouta Timur hampir mendekati 58 ribu orang.
-- Proses menuju evakuasi
Rezim Assad dan pendukungnya, dengan dukungan udara dari Rusia, pada 19 Februari memulai operasi untuk merebut wilayah Ghouta Timur yang dikuasai pihak oposisi.
Sejak saat itu, rezim dan pesawat-pesawat tempur Rusia semakin mengintensifkan serangan darat dan udara terhadap Ghouta Timur, yang merupakan rumah bagi sekitar 400 ribu penduduk.
Serangan-serangan tersebut telah menewaskan banyak warga sipil, sementara ribuan lainnya yang kehilangan rumah dan terus menjadi sasaran serangan bertubi-bertubi terpaksa melarikan diri ke persembunyian bawah tanah.
Dewan Keamanan PBB pada 24 Februari mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan gencatan senjata. Meski begitu, kematian warga sipil akibat serangan rezim dan pendukungnya terus berlanjut. Upaya internasional pun tidak membuahkan hasil.
Selain itu, Rusia pada 27 Februari juga mengumumkan telah memulai gencatan senjata selama lima jam setiap harinya. Rusia menyatakan rezim akan mengikuti gencatan senjata tersebut.
Namun, meski telah ada resolusi PBB dan keputusan gencatan senjata Rusia, pasukan rezim tetap tidak menghentikan serangan dan memulai operasi darat terhadap Ghouta Timur sejak 3 Maret. Rezim terus membombardir permukiman sipil.
Pada 11-12 Maret Rezim dan pendukungnya berhasil bergerak maju dari bagian timur ke barat Ghouta Timur dan mengepung distrik Haresta, kemudian membelah Ghouta Timur menjadi tiga bagian.
Evakuasi wajib di Ghouta Timur dimulai pada 22 Maret, sebagai bagian dari kesepakatan antara rezim Assad dan kelompok-kelompok oposisi bersenjata yang diperantarai Rusia.
news_share_descriptionsubscription_contact
