Ekip
30 Desember 2021•Update: 31 Desember 2021
TUNIS, Tunisia
Gerakan Ennahda Tunisia pada Rabu menyerukan dialog nasional yang komprehensif untuk membentuk front politik guna melanjutkan demokrasi dan memulihkan legitimasi.
Gerakan itu, yang memegang mayoritas kursi di parlemen negara yang mengalami krisis politik itu, menyerukan "semua kekuatan anti-kudeta untuk menyatukan upaya dan opsi serta menyimpulkan landasan bersama melalui dialog nasional yang komprehensif."
Tujuan dari dialog tersebut, kata Ennahda dalam sebuah pernyataan, adalah "untuk membentuk front politik yang memimpin gerakan politik dan rakyat dan mempercepat dimulainya kembali kehidupan demokrasi dan pemulihan legitimasi."
Presiden Tunisia Kais Saied menggulingkan pemerintah pada 25 Juli, menangguhkan parlemen dan mengambil alih kekuasaan eksekutif.
Sementara Saied bersikeras bahwa "langkah-langkah luar biasa" bertujuan untuk "menyelamatkan" negara, namun para kritikus menuduhnya mengatur kudeta.
Ennahda juga memberikan solidaritas kepada para peserta mogok makan dari kampanye warga melawan kudeta dan tokoh-tokoh politik nasional yang berpartisipasi di dalamnya.
Mayoritas kekuatan politik dan sipil di Tunisia menolak tindakan Saied yang dianggap sebagai "kudeta terhadap konstitusi", sementara kekuatan lain mendukung tindakan tersebut sebagai "koreksi jalannya revolusi 2011", yang menggulingkan Presiden Zine El Abidine Ben Ali, yang memerintah negara selama 24 tahun.