Muhammad Abdullah Azzam
23 Maret 2021•Update: 23 Maret 2021
Agnes Szucs
BRUSSELS (AA) - Menteri luar negeri Uni Eropa (UE) pada Senin bertemu untuk membahas hubungan masa depan blok itu dengan Turki.
"Turki adalah topik utama dalam agenda rapat," kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell menjelang pertemuan tersebut.
Kepala divisi luar negeri Uni Eropa mengatakan para menteri anggota akan "mengamati" laporan yang disusun oleh Borrell dan layanan diplomatik UE tentang hubungan masa depan pihaknya dengan Turki.
Laporan tersebut menyambut baik “langkah positif” Turki dan “sikap yang lebih tenang, lebih konstruktif,” menurut bocoran yang diterbitkan oleh kantor berita Politico.
Laporan tersebut juga menyarankan untuk "memperdalam momentum saat ini dan mendorong hubungan yang lebih erat antara Uni Eropa-Turki" dengan perluasan serikat pabean serta melibatkan Turki lebih lanjut dalam penelitian yang didanai Uni Eropa atau program pemuda seperti Horizon Europe dan Erasmus+.
Berdasarkan laporan tersebut, para menteri UE juga akan membahas isu migrasi dan pembaruan kesepakatan UE-Turki, yang ditandatangani pada 2016 untuk menghentikan arus pencari suaka ilegal ke Eropa dan meningkatkan kondisi pengungsi Suriah yang ada di Turki.
Minggu lalu, Borrell mengatakan perlunya membuat kesepakatan baru karena perjanjian tahun 2016 telah "menghasilkan hasil yang nyata" dan "menyebabkan penurunan yang signifikan dari korban jiwa, pengurangan penyeberangan ilegal serta memperbaiki situasi pengungsi dan migran di Turki."
Borrell akan bertemu langsung dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Senin malam untuk membahas dokumen tersebut.
- Isu Hak asasi Manusia
Poin penting lain dari agenda pertemuan tersebut adalah hubungan blok itu dengan Rusia.
Para menteri luar negeri UE juga akan membahas situasi hak asasi manusia di seluruh dunia dengan kepala hak asasi manusia PBB Michelle Bachelet.
Sebelum rapat itu, para menteri diprediksikan akan mengambil sanksi terhadap 11 pejabat dari Myanmar yang terlibat dalam kudeta militer dan penindasan terhadap pengunjuk rasa sipil.
Pertemuan tingkat menteri Uni Eropa adalah persiapan untuk KTT virtual para pemimpin UE yang dijadwalkan pada Kamis dan Jumat.
Para kepala negara dan pemerintahan Uni Eropa diperkirakan akan menyetujui arah kebijakan utama antara hubungan UE-Turki.