Aziz Aslan
03 April 2021•Update: 03 April 2021
DIYARBAKIR
Keluarga yang melakukan aksi duduk di tenggara Turki melawan kelompok teror PKK meminta putra dan putri mereka pada Jumat untuk menyerah kepada pasukan keamanan Turki.
Protes di luar kantor Diyarbakir Partai Rakyat Demokratik (HDP), yang dituduh pemerintah terhubung dengan PKK, dimulai pada 3 September 2019 ketika tiga ibu mengatakan teroris PKK merekrut anak-anak mereka secara paksa.
Fatma Akkus, seorang ibu yang putrinya diculik dan dibawa ke pegunungan enam tahun lalu, mengatakan dia bertekad untuk melanjutkan protes tersebut.
“Saya berharap putri saya pulang pada Ramadhan ini. Saya ingin putri saya dari HDP dan PKK,” ujar dia.
Dia menambahkan, "Saya tahu putri saya berada di Suriah dan masih hidup. Namun, sejauh ini saya belum dapat menghubungi dia. Saya melihat putri saya di klip video di internet."
Mendesak putrinya yang diculik PKK untuk meletakkan senjata, Akkus berkata, "Mereka mengambil pena itu darimu dan memberikan pistol. Jangan gunakan senjata itu terhadap siapa pun. Putriku, lari, datang dan menyerah."
Yusuf Erdinc, yang datang dari provinsi Van timur untuk bergabung dalam aksi duduk itu, mengatakan putranya Mikail diculik oleh HDP enam tahun lalu.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian setidaknya 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.