Erric Permana
08 Desember 2017•Update: 10 Desember 2017
Erric Permana
JAKARTA
Indonesia mengajak negara-negara besar di seluruh dunia untuk tidak mengikuti kebijakan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan telah menghubungi dan mengirimkan pesan kepada Menteri Luar Negeri Uni Eropa.
"Kemarin malam saya masih terus menghubungi menteri luar negeri terutama dari negara-negara besar," ujar Menteri Retno di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Retno menyebut, Menteri Luar Negeri Uni Eropa juga tidak mendukung keputusan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
"Respon antar luar negeri Uni Eropa masih positif," tambahnya.
Lobby Indonesia kepada Amerika
Selain berkomunikasi intens dengan menteri-menteri di beberapa negara, Menteri Retno mengaku juga telah menghubungi Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson sebelum Presiden Donald Trump berpidato.
Kata Menteri Retno, kala itu dia sempat meminta Tillerson untuk tidak melanjutkan rencana Trump. Namun, Tillerson mengaku keputusan itu bakal tetap diambil oleh Trump.
"3-4 jam jelang pengumuman itu saya masih berusaha melakukan komunikasi dengan Secretary Tillerson yang pada saat itu berada di Brussel dan saya sampaikan kembali posisi keras Indonesia," tegas Menteri Retno.
Tidak sampai di situ, dia juga mengaku telah bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr pada Kamis untuk menyampaikan sikap Indonesia.
"Dalam pertemuan tersebut, kembali saya sampaikan posisi resmi Indonesia sebagaimana yang diinstruksikan presiden," kata Menteri Retno.