Muhammad Nazarudin Latief
03 Februari 2019•Update: 03 Februari 2019
Muhammad Mussa
LONDON
Puluhan orang berdemonstrasi di depan kantor BBC London, mengkritik pemberitaan media tersebut yang dinilai tidak adil karena menutupi krisis politik di Venezuela.
Demonstrasi pada Sabtu itu diselenggarakan oleh Kelompok Komunis Revolusioner, mengkritik intervensi barat di Venezuela dan negara-negara lain yang diperintah oleh pemerintah kiri dan sosialis.
Mereka meneriakkan slogan-slogan seperti "Hands off Venezuela!" dan "BBC, tidak ada lagi kebohongan!".
Mereka menuntut agar barat menghentikan campur tangan di Venezuela. Mereka juga menuntut agar media Barat, seperti BBC tidak memihak dalam liputan krisis politik yang terjadi di Venezuela.
"Kami berdiri bersolidaritas pada rakyat Venezuela dan pemerintah mereka yang dikepung oleh pasukan AS dan anti-revolusioner. Kami di sini mengeluh tentang liputan pers tidak berimbang yang telah diberikan oleh BBC," kata Niki , anggota Grup.
"Rusia, Turki, dan Cina tidak mengambil posisi ini dan mengatakan 'kami tidak tertarik dengan intervensi Anda atau keberpihakan Anda' dan sehingga membuat BBC marah yang bahkan membenci Rusia," tambahnya mengenai dukungan tegas Turki untuk Venezuela. Presiden Nicolas Maduro.
"Saya muak dengan BBC ... dan saya telah muak oleh BBC selama saya sadar secara politis, saya muak dengan BBC karena mereka berbohong tentang Venezuela," kata Ihtisham, anggota lain dari Kelompok Komunis Revolusioner.
Penyelenggara demonstrasi meminta wartawan untuk menyelidiki kebenaran tentang apa yang terjadi di Venezuela. Mereka juga berpendapat bahwa negara-negara barat seperti AS, Inggris dan Uni Eropa membantu mengatur kudeta terhadap pemerintah Maduro yang dipilih secara demokratis.
Pekan lalu, Juan Guaido, presiden oposisi menjalankan Majelis Nasional dan pemimpin partai Popular Will, menyatakan dirinya sebagai presiden Venezuela dalam upaya untuk memaksa presiden Maduro keluar dari kekuasaan.
Maduro tetap ulet dan berpendapat bahwa ia adalah pemimpin sah negara Amerika Selatan. Maduro mendapat dukungan dari banyak pihak termasuk militer dan negara-negara yang berpengaruh seperti Turki, Rusia, Cina dan Iran.