JENEWA
Hingga 2.000 migran dan pengungsi berkumpul di perbatasan Belarusia-Polandia dan diperkirakan 7.000 orang saat ini masih berada di Belarus, kata organisasi migrasi PBB pada Senin.
“Bersama dengan UNHCR dan mitra lainnya, prioritas kami adalah keselamatan para migran yang terjebak di sana, menegakkan hak asasi mereka dan mencegah lebih banyak kematian karena suhu tetap di bawah titik beku,” kata Antonio Vitorino, direktur jenderal Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).
“Kami berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan bekerja dengan pihak berwenang di kedua sisi perbatasan, dan mereka yang ingin kembali secara sukarela akan dibantu oleh IOM dengan cara yang aman dan bermartabat,” ungkap Vitorino.
Menanggapi situasi perbatasan Belarusia-Uni Eropa, IOM mengatakan pihaknya telah meningkatkan bantuan mereka untuk migran dan pengungsi, memberikan bantuan kemanusiaan di perbatasan dan memperluas peluang pemulangan secara sukarela dan bantuan lainnya.
Diperkirakan ada 2.000 migran dan pengungsi di perbatasan dengan Polandia, terutama Kurdi Irak, Suriah, Iran, Afghanistan, Yaman, Kamerun, dan lainnya, kata organisasi itu.
7.000 migran dan pengungsi di Belarus
“Jumlah total migran dan pengungsi saat ini di Belarus diperkirakan 7.000, dan hanya sejumlah terbatas yang menyatakan ingin kembali ke rumah secara sukarela,” kata organisasi migrasi.
Namun, IOM mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir, pemerintah Irak telah mengatur pemulangan lebih dari 1.000 warganya dan mengadakan diskusi dengan organisasi tersebut untuk memfasilitasi lebih banyak pemulangan.
Menurut organisasi tersebut, IOM telah membantu setidaknya 44 orang untuk kembali ke negara asal secara sukarela, dengan 38 lainnya dalam proses.
“Ada kekhawatiran besar terhadap kesejahteraan para migran dan pengungsi dalam kondisi beku,” kata IOM, mencatat beberapa kematian akibat hipotermia tercatat di perbatasan UE dengan Belarus.
Ada sejumlah perempuan dan anak-anak di antara pengungsi di perbatasan.
IOM, Badan Pengungsi PBB (UNHCR), dan Palang Merah Belarus telah diberikan akses ke para migran dan pengungsi di perbatasan oleh otoritas Belarus pada beberapa kesempatan dalam beberapa pekan terakhir.
Mereka telah menilai kondisi dan kebutuhan mereka, mendistribusikan bantuan kemanusiaan, dan menjabarkan pilihan bagi mereka yang ingin kembali ke rumah.
Sejak Agustus, negara-negara Uni Eropa yang berbatasan dengan Belarus – Lituania, Latvia dan Polandia – telah melaporkan jumlah penyeberangan ilegal yang meningkat secara dramatis.
Lebih dari 8.000 orang telah mencoba memasuki blok itu melalui perbatasan Belarus-Uni Eropa pada 2021, naik tajam dari hanya 150 tahun lalu.
Menurut UE, Belarus menjangkau calon pelancong melalui saluran yang tampaknya resmi, termasuk misi diplomatik dan agen perjalanan, dan mengundang mereka ke Belarus dengan menawarkan mereka visa. Mereka kemudian diduga dipandu ke perbatasan UE.