Muhammad Abdullah Azzam
04 Juli 2018•Update: 05 Juli 2018
Mustafa Melih Ahıshalı
ISTANBUL
Wakil Jaksa Agung Iran Mohammad Mosaddek mengungkapkan bahwa negaranya akan melarang penggunaan Instagram.
Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di ibu kota Teheran, Mosaddek mengatakan bahwa Iran akan melarang Instagram, salah satu jaringan media sosial yang saat ini paling banyak digunakan di negara tersebut.
Mosaddek tak memberikan informasi kapan larangan itu akan diterapkan. Sementara itu, alasan pelarangan tersebut adalah "penyalahgunaan bantuan untuk orang-orang miskin melalui Instagram oleh beberapa seniman".
Sebelumnya, penggunaan situs jejaring sosial di Iran seperti Facebook dan Twitter telah dilarang. Pada bulan April kemarin Iran telah menutup akses penggunaan Telegram setelah meledaknya aksi protes anti rezim yang bermula dari kota Mashhad dan menjalarkan ke kota-kota lain pada Desember lalu.
Telegram menempati urutan pertama dalam katagori penggunaan internet di negara tersebut dengan persentase 55 persen, lalu diikuti oleh Instagram dengan 23 persen.
Setelah peristiwa-peristiwa demonstrasi oleh para pedagang di Teheran yang memprotes kenaikan dolar secara pesat, pemerintah Iran mengambil keputusan akan menutup akses penggunaan Instagram di negara tersebut.