Muhammad Abdullah Azzam
15 Maret 2019•Update: 15 Maret 2019
Ahmet Dursun
ANKARA
Iran pada Jumat mengeluarkan larangan terhadap pesawat Boeing 737 MAX untuk melintasi wilayah udaranya, menyusul kecelakaan pesawat yang terjadi akhir pekan lalu di Ethiopia yang menewaskan semua penumpang dan awak.
Berbicara kepada kantor berita semi-resmi Iran Mehr, juru bicara Badan Penerbangan Sipil Iran Riza Jafarzade mengungkapkan negaranya telah mengambil keputusan antisipasi terhadap pesawat jenis "Boeing 737 Max".
“Boeing 737 Max dilarang terbang di wilayah udara Iran,” ungkap Jafarzade.
Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA) juga menangguhkan semua operasi penerbangan pesawat Boeing 737-8 MAX dan 737-9 MAX dari wilayah udara Eropa.
Banyak negara lainnya yang telah melarang pesawat Boeing 737 MAX terbang di wilayah udaranya.
Penerbangan Ethiopian Airlines 302 jatuh pada Minggu di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, menewaskan semua penumpang dan awak yang berjumlah 157.
Sebelumnya, tipe pesawat yang sama milik Lion Air juga mengalami kecelakaan pada Oktober di Indonesia dan menewaskan semua penumpang dan awaknya.
Kedua kecelakaan itu terjadi tak lama setelah lepas landas.
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keputusan untuk menangguhkan pesawat didasarkan pada informasi yang dikumpulkan dari lokasi kecelakaan Ethiopian Airlines pada Rabu serta informasi satelit.