Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 September 2018•Update: 19 September 2018
Serife Cetin
BRUSSELS
Israel pada Selasa menolak akses untuk delegasi Parlemen Eropa (PE) ke Jalur Gaza yang diblokade, menurut pernyataan resmi PE.
"Pihak berwenang Israel sekali lagi menolak izin Delegasi PE untuk Hubungan dengan Palestina untuk memasuki Jalur Gaza," kata pernyataan itu.
Delegasi tersebut, tambahnya, telah meminta izin untuk memasuki jalur itu sebagai bagian dari misi tiga hari yang direncanakan ke wilayah Palestina.
Menyatakan bahwa tujuan kunjungan itu adalah "untuk memantau situasi kemanusiaan yang disebabkan oleh blokade selama satu dekade", pernyataan itu menegaskan bahwa Israel telah berturut-turut melarang delegasi PE memasuki Gaza sejak 2011.
"Delegasi PE memulai kunjungannya di Yerusalem Timur dan bagian lain di Tepi Barat pada Selasa dan direncanakan akan mengunjungi Gaza pada Kamis," jelasnya.
Sebagai akibat dari blokade Israel dan konflik berturut-turut, pernyataan itu menambahkan, warga Palestina di Jalur Gaza tidak memiliki "akses yang mencukupi untuk kebutuhan dasar, seperti air minum, makanan, perumahan, sekolah dan perawatan kesehatan".
“Menolak masuknya PE ke Gaza telah menjadi sistematis. Hal itu adalah tindakan sewenang-wenang dan tidak dapat diterima,” kata pernyataan yang mengutip ketua delegasi Neoklis Sylikiotis.
Menegaskan bahwa Israel telah mencoba untuk mencegah delegasi melihat situasi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza, Sylikiotis mengatakan jelas bahwa negara yang memproklamirkan diri sebagai negara Yahudi itu “malu dan takut” untuk mengizinkan delegasi memasuki daerah yang terkepung.
Sylikiotis melanjutkan dengan mendesak masyarakat internasional untuk menekan Israel agar mengakhiri 11 tahun blokade di Gaza.
Israel pertama kali memberlakukan blokade pada 2006 setelah kelompok perlawanan Hamas menyapu bersih pemilihan legislatif Palestina.
Pengepungan itu diperketat pada tahun berikutnya setelah Hamas merebut jalur itu dari faksi Palestina saingannya, Fatah.
Sementara masih terjadi hari ini, blokade telah menghancurkan perekonomian Gaza dan merampas sejumlah komoditas pokok dari sekitar dua juta penduduknya.