Maria Elisa Hospita
02 Agustus 2019•Update: 02 Agustus 2019
Aness Suheil Barghoti
YERUSALEM
Israel diam-diam melobi pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mencegah Turki membeli jet tempur F-35.
Negara itu mendesak Gedung Putih untuk mencoret partisipasi Ankara dari program F-35-nya segera setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyetujui pembelian sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia.
"Israel menekan Washington untuk membatalkan penjualan pesawat canggihnya ke Turki," ungkap Channel 12.
Turki ditangguhkan dari program F-35 pada Juli, karena AS khawatir bahwa S-400 Rusia akan membahayakan keamanan jet F-35-nya.
Turki pun membantah klaim itu. Turki menegaskan bahwa mereka beralih ke S-400 karena mereka tak kunjung berhasil membeli rudal Patriot dari AS.
Meskipun Presiden AS Donald Trump menolak menjatuhkan sanksi ke Turki, Kongres maupun pemerintahannya sendiri mendesaknya untuk mengambil tindakan terhadap Turki.
Dalam dua tahun terakhir, Israel mulai membeli F-35 dari AS, menjadikannya satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki pesawat tempur jenis ini.
Pemerintah Israel telah menandatangani perjanjian dengan kontraktor pertahanan AS Lockheed Martin untuk pembelian setidaknya 50 pesawat F-35 menggunakan dana bantuan AS.
Pesawat-pesawat itu akan dikirim dalam dua atau tiga tahapan hingga tahun 2024.