07 Juli 2017•Update: 07 Juli 2017
Ahmed al-Masri dan Zeynep Hilal Karyagdi
DOHA
Intelijen Jerman akan bekerja sama dengan Qatar untuk penyelesaian masalah Negara Teluk. Qatar sudah sepakat untuk berbagi informasi dengan Jerman tentang “orang dan instansi tertentu”, kata Menteri Luar Negeri Sigmar Jerman Gabriel, Kamis.
Gabriel mengunjungi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait sebagai bagian dari kunjungan tiga hari Negara Teluk sejak Senin.
Dalam konferensi pers dengan Menlu Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, Gabriel mengatakan Berlin mendukung pendekatan yang berorientasi pada solusi untuk penyelesaian krisis Teluk dan memuji Amerika Serikat dan Kuwait sebagai penengah.
“Jerman tidak memihak pihak manapun selama krisis Teluk. Namun, kami mendukung pendekatan berbasis solusi dan kami terus berusaha untuk menemukan akar dari permasalahan ini, kata Sheikh Mohammed.
Pada 5 Juni Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain secara tiba-tiba memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, menuduh Doha mengintervensi urusan domestik Negara Teluk dan mendukung kelompok teroris.
Keempat negara tersebut kemudian mengajukan 13 daftar permintaan, termasuk penutupan jaringa berita Al Jazeera, yang harus dipenuhi sebelum embargo dicabut.