Ayhan Simsek
28 Februari 2018•Update: 01 Maret 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Masa depan Serbia di Uni Eropa bergantung pada reformasi demokratis dan kemampuan mereka mengatasi isu Kosovo, kata Kanselir Jerman Angela Merkel pada Selasa.
Dalam sebuah konferensi pers dengan Presiden Serbia Aleksandar Vucic di Berlin, Merkel mendorong agar negara itu menerapkan reformasi demokratis dan mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan isu status Kosovo.
"Perundingan keanggotaan Serbia di UE hanya bisa berjalan dan sukses bila mereka melakukan reformasi di bidang hukum, perlindungan HAM dan terutama masalah Kosovo," terang dia.
Kosovo sebelumnya merupakan bagian dari Serbia namun kemudian menyatakan merdeka pada 2008. Kemerdekaan Kosovo diakui oleh lebih dari 100 negara, termasuk AS, Inggris, Prancis, Jerman dan Turki.
Belgrade menentang kemerdekaan Kosovo, namun membuka "dialog internal" dengan Pristina untuk merundingkan perselisihan mereka.
Merkel pada Selasa mengatakan Jerman tetap mendukung keanggotaan Serbia di EU dan berharap isu Kosovo bisa diselesaikan secara legal menurut hukum dalam beberapa tahun ke depan.
Serbia mulai bernegosiasi mengenai keanggotaan UE pada 2014 dan ingin bergabung sebelum 2025.
Sedangkan Kosovo tahun ini diperkirakan akan menjadi negara kandidat anggota UE.
Vucic berterima kasih kepada Merkel atas "upaya tulusnya" dalam mendekatkan negara-negara Balkan dengan Uni Eropa.
Dia juga mengatakan masalah Kosovo hanya bisa diselesaikan bila terjadi kompromi antara kedua belah pihak.
"Serbia siap mencari solusi dan berkompromi, namun itu artinya kedua belah pihak akan sedikit dirugikan. Mungkin keduanya tidak akan puas dengan itu," kata Vucic.