Erric Permana
12 Juni 2018•Update: 13 Juni 2018
Erric Permana
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo menegaskan kedatangan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga menjabat sebagai Khatib Aam Nahdhatul Ulama Yahya Cholil Staquf ke Israel atas nama pribadi.
Yahya, kata Presiden, telah menyampaikan bahwa undangan Israel itu ditujukan kepada Yahya pribadi dan tidak mengatasnamakan anggota Wantimpres.
“Beliau menyampaikan urusan pribadi, karena beliau diundang sebagai pembicara di Israel,” ujar Presiden RI di Istana Bogor, Jawa Barat, pada Selasa.
Presiden mengaku hingga kini belum bertemu dengan Yahya lantaran masih berada di Israel. Namun, Presiden menyatakan kedatangan Yahya tersebut untuk memberikan dukungan kepada Palestina.
Sebelumnya, Pengurus NU yang juga anggota Wantimpres itu berkunjung ke Israel untuk menjadi pembicara dalam acara American Jewish Comitte (AJC).
Keberangkatan Yahya itu menimbulkan kontroversi, meski dalam pidatonya dia menyebut upaya itu untuk mendukung Palestina.
Kecaman itu juga datang dari luar negeri, Partai Politik Palestina Hamas juga telah mengeluarkan sikap. Menurut Hammas, kunjungan Yahya mengkhianati perjuangan Palestina yang dijajah Israel.
Senada dengan Hammas, Partai Politik Fattah juga menilai kunjungan Yahya merupakan kejahatan.