Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Misi koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) adalah untuk mengalahkan Daesh di daerah yang telah ditentukan di Irak dan Suriah, yang di dalamnya tidak termasuk wilayah Afrin di bagian utara Suriah, menurut juru bicara koalisi.
"Misi Koalisi tidak berubah, yakni untuk mengalahkan ISIS [Daesh] di wilayah yang telah ditentukan di Irak dan Suriah serta menetapkan kondisi untuk operasi lebih lanjut guna meningkatkan stabilitas regional," kata Ryan Dillon, Juru Bicara Koalisi dipimpin AS yang secara resmi dikenal sebagai Pasukan Tugas Gabungan - Operation Inherent Resolve (OIR) dalam sebuah pernyataan tertulis kepada Anadolu Agency.
Pernyataan tersebut dirilis menanggapi pertanyaan Anadolu Agency mengenai apakah AS atau koalisi akan mendukung Afrin, dimana Turki terlihat akan melancurkan operasi ke daerah tersebut dalam waktu dekat, berdasarkan pernyataan para pemimpin Turki.
"Kami tidak beroperasi di Afrin. Kami mendukung mitra kami dalam mengalahkan sisa kantong ISIS [Daesh] di sepanjang Lembah Sungai Efrat Tengah, khususnya di daerah utara Abu Kamal, di sisi timur Sungai Efrat," tambah Dillon.
Pada Minggu, Dillon menimbulkan kontroversi dengan mengumumkan bahwa koalisi akan membentuk pasukan keamanan perbatasan baru berkekuatan 30.000 pasukan dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di Suriah - sebuah kelompok yang didukung AS yang sebagian besar dikendalikan dan diawaki oleh kelompok teroris PYD/PKK, cabang Suriah dari teroris PKK.
Turki mengecam pernyataan tersebut dan menyatakan bahwa PYD/PKK menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional Turki. Turki menegaskan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan.
Saat ini ada sekitar 8.000-10.000 teroris di wilayah Afrin provinsi Aleppo -sebuah wilayah yang berbatasan dengan provinsi Hatay dan Kilis di Turki- yang dikepung oleh teroris PYD/PKK.
Setelah Turki meyatakan bahwa wilayah tersebut merupakan sarang bagi teroris, para teroris bersembunyi di tempat penampungan dan terowongan di daerah pemukiman di Afrin.
Pentagon: AS tidak mendukung PYD/PKK di Afrin
Pada hari yang sama, Pentagon menyatakan bahwa AS tidak mendukung dan tidak menganggap unsur PYD/PKK di Afrin sebagai bagian dari perjuangan mereka melawan Daesh.
"Kami tidak menganggap mereka sebagai bagian dari Operasi Mengalahkan ISIS [Daesh] yang sedang kami lakukan di sana dan kami tidak mendukung mereka. Kami sama sekali tidak terlibat dengan mereka," kata juru bicara Pentagon Mayor Adrian Rankine-Galloway kepada Anadolu Agency melalui email.
"Unsur-unsur di luar area SDF tidak menerima arahan-pelatihan dari kami. Kelompok yang kami dukung adalah kelompok yang mengikuti operasi melawan Daesh," tambah dia.
Galloway juga mengatakan bahwa AS bukan bagian dari kemungkinan operasi Turki ke Afrin. Dia meminta semua pihak menghindari langkah-langkah yang meningkatkan ketegangan.
Turki telah sejak lama memprotes dukungan AS terhadap PYD/PKK yang merupakan cabang Suriah dari organisasi teroris PKK.
Washington mengabaikan kekhawatiran Turki dan menyebut PYD/PKK sebagai "sekutu yang andal" dalam perangnya melawan Daesh di Suriah.
PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa, dan telah menyatakan perang melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, hingga menewaskan sekitar 40.000 jiwa.
news_share_descriptionsubscription_contact

