Megiza Soeharto Asmail
17 Juli 2018•Update: 18 Juli 2018
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Atas desakan partai-partai politik oposisi, pemerintah Liberal Kanada mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan pertemuan-pertemuan darurat bersama pencari suaka yang menyeberang ke Kanada secara ilegal dari Amerika Serikat.
Lebih dari 7.600 pengungsi telah memasuki Kanada dalam empat bulan pertama tahun 2018, sebagian besar menggunakan titik perbatasan ilegal di provinsi Manitoba, Quebec dan Ontario.
Hingga Senin, tidak ada solusi yang ditawarkan. Tetapi komite setuju untuk bertemu setidaknya dua kali lagi sebelum awal Agustus, dengan imigrasi federal dan menteri keselamatan publik dijadwalkan hadir.
Para pencari suaka disediakan dengan layanan tempat tinggal, makanan, dan perawatan kesehatan, tetapi gelombang masuk mereka menjadi beban bagi Kanada, khususnya di kota-kota besar seperti Montreal dan Toronto, karena pelintas perbatasan ini menunggu untuk diproses melalui sistem imigrasi.
“Toronto dan Montreal, sebagai pusat populasi utama, menghadapi tantangan terbesar dalam menghadapi pencari suaka dan memungkinkan pelintas perbatasan ilegal masuk ke negara itu. Kami akan terus bekerja dengan mereka untuk membawa solusi jangka panjang yang bisa diterapkan untuk kondisi itu," kata Menteri Imigrasi Ahmed Hussen dalam sebuah pernyataan.
Pemerintah Liberal telah menjanjikan dana sebesar CAD50 juta (USD 38 juta) untuk membantu, tetapi pada pekan lalu, Wali kota Toronto John Tory mengatakan kotanya sendiri membutuhkan CAD64 juta (USD 48,7 juta) untuk mengatasi biaya pengungsi, terutama masalah perumahan.
Anggota Parlemen dari Partai Konservatif Michelle Rempel, yang duduk sebagai anggota komite imigrasi mendesak sidang darurat pada hari Senin dan menuduh pemerintahan Justin Trudeau yang mengizinkan pengungsi masuk ke negara itu dengan ilegal, namun di saat bersamaan masih ada pengungsi lain yang membuat aplikasi hukum dan menunggu proses legal.
"Di bawah Trudeau, waktu tunggu untuk memasuki Kanada secara ilegal dari AS adalah nol hari," kata Rempel pada Minggu di Twitter.
Tetapi Trudeau dan Hussen telah mengatakan bahwa di bawah Piagam Hak dan Kebebasan Kanada, serta perjanjian internasional, pemerintah tidak dapat mengembalikan pencari suaka ke perbatasan.
Di bawah apa yang disebut dengan perjanjian negara ketiga antara Kanada dan Amerika Serikat, mereka yang mencoba menyeberang di wilayah perbatasan hukum dapat ditolak masuk karena mereka telah diberi perlindungan oleh satu atau negara lain.
Mereka yang menyeberang secara ilegal di titik perbatasan non-resmi, meski begitu, tidak dianggap membutuhkan perlindungan mendesak namun harus diizinkan masuk ke negara itu.
“Ini adalah tanggung jawab hukum, dan kami tidak dapat memilih untuk tidak ikut serta. Itu bukan pilihan," kata Hussen. "Kami berkewajiban memberi orang-orang ini sidang yang adil."