Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
03 Februari 2020•Update: 03 Februari 2020
Ali Jawad, Yahya Salan
BAGHDAD
Komisi Tinggi Independen Hak Asasi Manusia Irak mengungkapkan korban tewas dalam protes anti-pemerintah di Irak meningkat menjadi 556, Minggu.
Sebuah pernyataan dari kantor pers Ali al-Bayati, perwakilan komisi itu, mengatakan mereka yang meragukan angka tersebut harus mengungkapkan buktinya.
Irak telah diguncang oleh serangkaian protes massa sejak awal Oktober atas kondisi kehidupan yang buruk dan maraknya korupsi.
Krisis di negara itu memaksa Perdana Menteri Adil Abdul-Mahdi untuk mengundurkan diri pada November, tetapi dia kemudian tetap menjabat kepala sementara negara.
Presiden Barham Salih menunjuk mantan Menteri Komunikasi Mohammed Tawfiq Allawi sebagai perdana menteri baru pada Sabtu malam dan menginstruksikan dia untuk membentuk pemerintahan baru.
Menurut Amnesty International dan pernyataan-pernyataan Salih sebelumnya, lebih dari 600 orang tewas selama rangkaian protes.
Komisi Tinggi Independen Hak Asasi Manusia Irak sebelumnya mengumumkan bahwa lebih dari 17.000 orang terluka selama demonstrasi berlangsung.