S. Ahmet Aytac
22 Januari 2018•Update: 23 Januari 2018
S. Ahmet Aytac
ANKARA
Organisasi teroris PYD/PKK menggunakan foto-foto "pejuang anak-anak" dalam kampanye gelapnya terhadap pasukan bersenjata Turki, menurut soerang sumber keamanan pada Minggu.
Kelompok teroris itu menggunakan salah satu kantor berita untuk menyebarkan video-video propaganda dengan tujuan menyemangati teroris di Afrin, kata sumber yang tidak ingin namanya disebutkan itu.
Dalam salah satu video yang tersebar, tampak dua anak perempuan dan seorang wanita dewasa memainkan senjata.
Lembaga-lembaga tinggi dunia seperti Komisi Hak Asasi Manusia PBB, Amnesty International, dan Human Rights Observatory mengakui PYD/PKK melanggar hukum internasional dengan menggunakan anak-anak dalam pertempuran.
Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun pada Sabtu pukul 17.00 di kawasan Afrin, Suriah. Operasi itu bermaksud menciptakan keamanan dan kestabilan di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah itu, serta menghapus kelompok teror PKK/KCK/PYD-YPG dan Daesh. Selain itu, operasi ini juga bertujuan melindungi warga Suriah dari penindasan dan tindakan kejam teroris.
Operasi itu digelar menurut kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB dan hak membela diri, namun dengan tetap menghormati kedaulatan Suriah.
Pihak militer Turki juga mengatakan hanya menargetkan teroris dan menempatkan "kepentingan penuh" agar tidak melukai warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian bagi PYD/PKK sejak rezim Assad menyerahkan kota itu ke tangan teroris pada Juli 2012 silam.
Hingga seperempat tanah Suriah dan 65 persen perbatasan Turki-Suriah berada di bawah kendali kelompok teroris tersebut.