Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 Maret 2020•Update: 02 Maret 2020
Andrew Wasike
NAIROBI, Kenya
Kenya membantah klaim Somalia yang mengatakan bahwa pihaknya telah mencampuri urusan dalam negeri negara itu, menyebut tuduhan tersebut direkayasa untuk kepentingan politik.
"Kenya menolak tuduhan yang tidak beralasan dan tidak sah yang dibuat oleh Pemerintah Federal Somalia dan menyatakan keberatan atas tuduhan palsu bahwa kami mencampuri urusan dalam negeri Somalia," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah nota protes ke Mogadishu, seperti dikutip surat kabar Kenya, Daily Nation, Minggu.
Dalam pernyataan itu, Nairobi membantah semua tudingan yang menuduh Kenya mencampuri urusan Somalia seperti yang dikatakan oleh Duta Besar Somalia untuk PBB Abukar Dahir Osman pada Jumat.
"Tuduhan tak berdasar ini adalah bagian dari pola niat buruk yang tumbuh dan terus-menerus untuk menggunakan Kenya sebagai kambing hitam dan alat untuk membenarkan tuntutan hukum dan sosial yang tidak terpenuhi di Somalia dan untuk jarak tempuh politik," tulis Daily Nation mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri.
"Kenya tidak akan menerima pihaknya digunakan dengan cara itu dan mendorong Pemerintah Federal Somalia untuk menghentikan kampanye dan menggunakan tenaga itu untuk memberikan kepemimpinan kepada rakyat mereka," tambah pernyataan tersebut.
Pada Jumat, Somalia mengeluarkan peringatan yang menuduh Kenya ikut campur dalam urusan internalnya, termasuk pada perambahan di wilayah perbatasan antara kedua negara.
Kenya dan Somalia berada di ambang pertikaian maritim diplomatik atas wilayah yang kaya minyak dan gas seluas 160.580 kilometer persegi di Samudra Hindia yang diklaim oleh kedua negara.