09 Agustus 2017•Update: 10 Agustus 2017
Magdalene Mukami dan Andrew Wasike
NAIROBI
Pemimpin oposisi Kenya Raila Odinga pada Rabu pagi menyangsikan hasil perhitungan awal pemilu yang dirilis oleh komisi elekoral Kenya. Ia mengatakan hasil perhitungan itu “ilegal, fiktif dan palsu”.
Sebelumnya, komisi elektoral independen (IEBC) merilis hasil yang menunjukkan presiden inkumben Uhura Kenyatta masih unggul dibandingkan penantangnya mantan Perdana Menteri Kenya Raila Odinga.
“Apa yang sedang terjadi sekarang adalah sebuah kepalsuan dan mereka mengabaikan Ayat 39 di Hukum Pemilu yang mengharuskan IEBC menampilkan semua formulir 34A pada ranah publik,” kata kandidat presiden dari partai Aliansi Super Nasional (NASA) pada konferensi pers.
“Hingga saat ini belum satupun formulir 34 yang telah dipublikasikan, penunjukkan hasil yang kredibel akan menunjukkan perhitungan dari semua wilayah,” tambahnya.
Odinaga mengatakan komisi harus berhenti mengumumkan hasil yang tidak akurat dan ilegal.
“Sistem ini telah gagal…,” ujar Odinga.
Pada perhitungan terakhir jam 09.00 pagi, Kenyatta masih unggul dengan 7,461,933 suara dibandingkan Odinya yang meraih 6,079,136 suara.
Komisi elektoral Kenya mengatakan semua formulir yang diperlukan tersedia untuk dikonfirmasi dan meminta pihak oposisi memberikan mereka waktu untuk mengantar formulir untuk dipelajari.