Maria Elisa Hospita
10 Agustus 2018•Update: 11 Agustus 2018
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam serangan ke sebuah bus sekolah di barat laut Yaman, yang menewaskan sedikitnya 50 orang, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak.
Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengungkapkan bahwa insiden yang terjadi pada Kamis itu juga melukai 77 orang lainnya.
Otoritas kesehatan setempat telah mengkonfirmasi jumlah korban, mayoritas dari mereka adalah anak-anak berusia 10-13 tahun.
"Dia [Guterres] menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban," kata sebuah pernyataan yang mewakili Guterres.
Kepala PBB meminta "semua pihak untuk menjalankan kewajiban mereka di bawah hukum humaniter internasional". Dia juga menyerukan penyelidikan independen dan segera atas insiden tersebut.
Menurut Guterres, satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik Yaman adalah "penyelesaian politik melalui dialog inklusif". Dia mendesak semua pihak untuk terlibat secara konstruktif dalam proses politik.
Yaman masih digempur kekerasan sejak tahun 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk Ibu Kota Sanaa.
Setahun berikutnya, konflik semakin memanas saat Arab Saudi dan sekutu Sunni Arab-nya melancarkan kampanye udara besar-besaran ke Yaman untuk menggempur Houthi.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Houthi menyalahkan koalisi pimpinan Saudi atas serangan itu. Hingga saat ini, koalisi belum berkomentar terkait insiden itu.
*Betul Yuruk turut melaporkan dari New York