Nıcky Aulıa Wıdadıo
14 Februari 2020•Update: 14 Februari 2020
JAKARTA
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan 92 konten hoaks dan disinformasi terkait Covid-19, nama baru untuk virus korona, hingga Jumat, 14 Februari 2020.
Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ferdinandus Setu mengatakan jumlah hoaks tersebut terus meningkat dibandingkan awal Februari lalu berdasarkan hasil identifikasi dan validasi Kominfo.
“Penyebarannya masih dominan via Whatsapp Group,” kata Ferdinandus melalui pesan tertulis kepada Anadolu Agency, Jumat.
Dia menuturkan Kominfo telah mengidentifikasi peredaran hoaks sejak 23 Januari 2020 lewat pesan berantai di media sosial dan platfrom pesan instan.
“Rata-rata temuan hoaks terkait virus Corona yang diidentifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Kominfo terdapat 4 hingga 6 hoaks setiap harinya,” tutur dia.
Temuan kominfo, disinformasi dan kabar bohong terkait virus Corona telah tersebar di beberapa daerah di Indoneesia seperti di Jakarta, Depok, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surabaya, Solo, Jember, Jombang, Tulungagung Makassar, Medan, Palembang, Tarakan, Pontianak, Lombok hingga Banda Aceh.
Jenis hoaks yang disebarkan antara lain pasien terinfeksi virus Corona di RS maupun tersebar lewat Bandara dan tempat-tempat umum.
Contoh hoaks yang ditemukan pada 11 Februari 2020 misalnya, terkait Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok ditemukan meninggal dunia karena Virus Corona di pembangunan proyek Apartemen Meikarta, Cikarang Selatan.
Kominfo menegaskan informasi itu sebagai hoaks dan telah dibantah oleh Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan yang mengatakan bahwa TKA Tiongkok yang meninggal disebabkan karena faktor kecelakaan kerja, bukan karena Virus Corona.
Ferdinandus meminta masyarakat terutama warganet ikut memantau penyebaran informasi seputar Virus Corona.
Kominfo juga meminta masyarakat melapor jika mendapatkan informasi yang diduga hoaks, disinformasi atau kabar bohong melalui portal aduankonten.id.