Maria Elisa Hospita
16 Desember 2019•Update: 16 Desember 2019
Senhan Bolelli
MADRID
Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-25 (COP25) berakhir pada Sabtu tanpa hasil yang berarti.
Negosiasi antara delegasi-delegasi dari 197 negara anggota PBB pun diperpanjang dua hari untuk menyepakati deklarasi final konferensi COP25 pada 2-13 Desember.
Negosiasi berlangsung alot karena setiap negara memiliki pendekatan berbeda untuk memerangi perubahan iklim, khususnya dalam distribusi emisi karbon global, integritas lingkungan, dan pembiayaan.
Satu-satunya poin penting dari deklarasi final adalah penegasan pada pengurangan kesenjangan antara emisi karbon negara-negara anggota pada 2020.
Banyak organisasi lingkungan mengkritik COP25 sebagai "KTT yang mengecewakan" dan "di bawah ekspektasi".
Konferensi iklim mulanya akan diadakan di Santiago, Chile, tetapi kemudian dipindahkan ke Madrid, Spanyol, karena kerusuhan di Santiago.
*Ditulis oleh Havva Kara Aydin