Maria Elisa Hospita
16 Desember 2019•Update: 17 Desember 2019
James Tasamba
KIGALI, Rwanda
Sedikitnya 22 orang dibunuh oleh pasukan pemberontak di timur Republik Demokratik Kongo pada Sabtu malam.
Orang-orang yang diduga dari kelompok gerilyawan pemberontak Pasukan Demokrat Sekutu Uganda (ADF) itu menyerang desa Ntombi, yang terletak sekitar 40 kilometer dari timur laut Kota Beni di Provinsi Kivu Utara.
“Para korban adalah 15 laki-laki dan tujuh perempuan. Sebagian besar dari mereka petani, yang dibunuh dengan parang dan tembakan peluru," ungkap Patrick Musubao, ketua organisasi masyarakat sipil di distrik Mayimoya, Beni.
Serangan itu terjadi sehari setelah kelompok pemberontak membunuh enam warga sipil di Rwangoma, Beni.
Menurut pihak berwenang setempat, 26 orang tewas dalam serangan terpisah - satu di desa Mantumbi dan dua lainnya di dekat Kota Kamango - awal bulan ini.
Organisasi pejuang hak asasi manusia CEPADHO mengungkapkan lebih dari 150 orang telah dibunuh oleh pemberontak sejak Oktober.
Di bulan yang sama, pasukan Republik Demokratik Kongo melancarkan operasi terhadap kelompok-kelompok bersenjata di bagian timur negara itu, yang memicu serangan balasan terhadap warga sipil oleh ADF.
Pada November, tentara negara itu membunuh salah satu pemimpin utama ADF, Mouhamed Mukubwa, selama pertempuran di hutan Mapobu di Beni.
Aksi protes kemudian meletus di Beni dan kota-kota tetangga, di mana penduduk menyerbu fasilitas PBB di Beni.
Para demonstran menuding pasukan penjaga perdamaian PBB MONUSCO dan pasukan pemerintah gagal melindungi warga sipil.