Muhammad Abdullah Azzam
29 Januari 2019•Update: 30 Januari 2019
Muhammed Emin Canik
BUENOS AIRES
Korban tewas akibat runtuhnya bendungan saluran pembuangan limbah tambang bijih besi di kota Brumadinho, Brazil pada Jumat lalu telah mencapai 65 orang, lapor media setempat.
Pihak berwenang mengumumkan 35 korban tewas di antaranya telah diketahui identitasnya, sementara 279 lainnya yang hilang masih dalam pencarian.
Operasi pencarian dan penyelamatan di bendungan yang berada di provinsi Minas Gerais itu lebih banyak dilakukan di sekitar ruang makan buruh, karena insiden tersebut terjadi saat para pekerja sedang istirahat makan siang.
Sekitar 3.000 orang di kota Brumadinho dievakuasi setelah jebolnya bendungan limbah tambang tersebut.
Menurut perusahaan pemilik tambang, Brasil Vale SA, limbah tambang dari bendungan telah mencemari banyak permukiman.
Vale SA menyatakan akan memberikan 100 ribu real Brazil (USD 26.400) kepada keluarga buruh yang tewas dalam kecelakaan itu.
Bendungan limbah tambang lain yang dikelola oleh Vale dan BHP Billiton Australia pecah pada tahun 2015.
Kejadian itu menewaskan 19 orang dan membuat ratusan orang kehilangan tempat tinggal di kota Mariana di negara bagian Minas Gerais.