Maria Elisa Hospita
23 November 2018•Update: 24 November 2018
Emel Oz Gozellik
Ankara
Korea Utara-Selatan pada Kamis membuka jalan sepanjang tiga kilometer di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara itu.
Jalan tak beraspal itu akan digunakan untuk mengangkut personel dan peralatan untuk penggalian jasad tentara yang gugur dalam perang 60 tahun lalu.
Dari jalur sepanjang tiga kilometer, 1,7 km milik Selatan dan 1,3 km milik Utara.
Di bawah pakta militer yang ditandatangani oleh menteri pertahanan Korea Selatan dan Korea Utara usai pertemuan puncak pada September, langkah itu bertujuan mendukung proyek pencarian jasad orang-orang yang tewas selama Perang Korea 1950-53.
"Pembukaan jalan ini bermakna historis karena dibangun di Cheorwon, yang terletak di pusat semenanjung dan juga merupakan salah satu titik pertempuran," kata Kementerian Pertahanan Seoul lewat sebuah pernyataan.
Pada Selasa, Korea Utara telah menutup 10 pos penjaga di DMZ.
Sebelum KTT September, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertemu pada 27 April, diikuti dengan penandatanganan Deklarasi Panmunjom untuk Perdamaian, Kemakmuran dan Unifikasi Semenanjung Korea, yang telah menjadi landasan formal bagi denuklirisasi lebih lanjut Korea Utara dan kesepakatan damai antara kedua negara.
Kedua pemimpin negara bertemu lagi pada 26 Mei dan membahas perdamaian abadi di Semenanjung Korea.