Rhany Chairunissa Rufinaldo
09 Agustus 2018•Update: 09 Agustus 2018
Alex Jensen
SEOUL
Media pemerintah Korea Utara bersikeras pada Kamis bahwa pengakhiran Perang Korea 1950-1953 secara resmi adalah "proses pertama" jika semenanjung itu ingin mencapai perdamaian.
Harian Korea Utara Rodong Sinmun menggambarkan perlunya perjanjian damai formal sebagai "permintaan penting saat ini" dan juga menyesalkan kurangnya kepercayaan yang "abnormal" antara Washington dan Pyongyang.
Amerika Serikat telah berulang kali menegaskan pandangannya bahwa Perang Korea hanya akan ditutup setelah Korea Utara mendenuklirisasi, meskipun Korea Utara memandang pernyataan perdamaian resmi sebagai jaminan keamanan dari Washington.
Korea Selatan sudah setuju dengan Korea Utara bahwa mereka akan berusaha mengakhiri perang pada akhir tahun ini, setelah ketegangan beberapa dekade sejak penandatanganan gencatan sejata oleh pejabat Amerika, Korea Utara dan Cina pada tahun 1953.
Kantor kepresidenan Seoul pada Senin semakin menambah tekanan, ketika juru bicara Kim Eui-kyeom mengatakan kepada wartawan bahwa Korea Selatan meminta Korea Utara untuk "mempercepat proses denuklirisasi" dan meminta AS untuk "menunjukkan upaya tulus mengenai langkah-langkah yang sesuai dengan tuntutan Korea Utara".
Pyongyang menuduh Washington terlalu fokus pada sanksi dan membuat "tuntutan seperti gangster" sejak pertemuan tingkat tinggi antara Ketua Kim Jong-un dan Presiden Donald Trump pada 12 Juni.