Dandy Koswaraputra
27 Oktober 2018•Update: 28 Oktober 2018
Nilay Kar Onum
ISTANBUL
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) empat arah di Suriah antara Turki, Rusia, Jerman dan Perancis dimulai di Istanbul pada Sabtu.
KTT, yang diinisiasi oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan di Vahdettin Pavilion di distrik Uskudar kota, meyertakan Presiden Rusia Vladimir Putin, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Staffan de Mistura, utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), juga hadir pada acara KTT tersebut.
Selama KTT, para peserta akan membahas konflik Suriah dalam semua aspeknya, dengan fokus pada situasi di lapangan, proses politik, dan cara-cara untuk menyelaraskan upaya bersama untuk menemukan solusi yang langgeng terhadap konflik tersebut.
Para pemimpin juga akan membahas perjanjian 17 September antara Ankara dan Moskow untuk membentuk zona demiliterisasi di provinsi Idlib di barat laut Suriah.
Berdasarkan kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib akan tetap berada di daerah-daerah di mana mereka sekarang berada, sementara Rusia dan Turki melakukan patroli bersama di daerah itu dengan maksud mencegah kembalinya pertempuran.
Pada 10 Oktober, Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan bahwa oposisi Suriah dan kelompok-kelompok anti-rezim lainnya telah menyelesaikan penarikan senjata berat dari zona demiliterisasi Idlib.
Suriah baru saja mulai muncul dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tak terduga.