Michael Hernandez
07 Juni 2018•Update: 07 Juni 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Sejumlah staf diplomasi AS di Tiongkok yang menderita penyakit misterius mirip dengan rekan sejawat mereka di Kuba akhirnya dievakuasi dari negara tersebut, kata Kementerian Luar Negeri AS pada Rabu.
Juru Bicara Kementarian Luar Negeri Heather Nauert mengatakan melalui pernyataan bahwa para personel, yang tidak disebutkan identitasnya itu, telah dipulangkan kembali ke AS "untuk evaluasi lebih lanjut dan pemerikasaan menyeluruh atas gejala-gejala yang mereka derita".
Staf lain yang berada di konsulat AS di Guangzhou, Tiongkok "yang merasa menderita gejala sama atau menginginkan pemeriksaan" juga diberikan evaluasi medis, kata Nauert.
Mereka yang dikembalikan ke AS adalah anggota staf terbaru yang diketahui menderita gejala penyakit yang sebelumnya dirasakan oleh staf diplomatik AS di Kuba.
Menteri Luar Negeri Mike Pompeo berkata bulan lalu, insiden yang melibatkan karyawan pemerintahan di Tiongkok "sangat konsisten" dengan dugaan serangan pada staf diplomasi Amerika di Kuba.
Dugaan "serangan" yang dirasakan oleh pegawai Amerika di Kuba itu dimulai pada 2016 dan hingga kini tetap menjadi misteri. Belasan diplomat AS dan keluarga mereka melaporkan menderita berbagai gejala, termasuk kehilangan kemampuan pendengaran, vertigo dan disorientasi, biasanya setelah mendengar suara dengan nada tinggi.
Pada Selasa, Pompeo mengumumkan formasi satuan tugas yang bertugas menyelidiki kasus yang kini telah menyebar ke benua lain tersebut. Nauert berkata mereka akan "terus memantau insiden kesehatan tidak bisa dijelaskan yang menjangkiti pegawai pemerintahan AS dan anggota keluarga mereka di luar negeri".
AS menarik sebagian besar staf diplomatik mereka dari Kuba setelah insiden pada 2016 tersebut, meninggalkan hanya sejumlah kecil personel di negara tersebut, yang membuat hubungan Washington dan Havana memburuk.
Kuba menyangkal keras keterlibatan mereka sementara AS terus melakukan penyelidikan yang sampai kini masih belum bisa dijelaskan tersebut. Washington belum memberi sinyal akan melakukan aksi sama untuk menangani insiden yang kini terjadi di Tiongkok.