Muhammad Abdullah Azzam
21 Maret 2019•Update: 21 Maret 2019
Lokman İlhan
CARACAS
Presiden Venezuela Nicolas Maduro meresmikan pusat pengembangan industri farmasi yang akan digunakan untuk pendistribusian obat-obatan secara nasional atas dukungan dari China.
Dalam pidatonya di acara peresmian fasilitas umum tersebut di pusat kota Santa Teresa, Presiden Nicolas Maduro mengatakan bahwa dana USD5 miliar yang akan digunakan untuk membeli obat-obatan ditahan oleh pemerintah AS melalui sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap negaranya.
"Pemerintah tengah melakukan upaya luar biasa untuk memberikan layanan medis gratis kepada rakyat Venezuela dan menghadapi agresi Presiden AS Donald Trump," ungkap Maduro.
Maduro mengatakan bahwa distribusi obat-obatan di dalam negeri akan terjamin dengan adanya pusat-pusat tersebut.
Dia juga mengatakan negaranya tengah berkerja sama dengan China Rusia, India, Iran, Belarus dan Turki melalui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk penyediaan obat-obatan.
Maduro mengungkapkan oposisi Venezuela berusaha memasukkan "bantuan kemanusiaan AS" ke negaranya melalui Kolombia pada 23 Februari lalu.
"Bantuan kemanusiaan? Itu sama sekali tak manusiawi dan membantu. Mereka berusaha mencekik dan mempermalukan rakyat (Venezuela)."
"Mereka tak akan bisa mempermalukan atau pun mencekik kita,” tegas Maduro.
“Tak peduli hujan turun atau petir menyambar, kami akan menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan oleh rakyat Venezuela,” tutur Maduro.
Saya menjamin bahwa imperialisme AS tidak dapat mengganggu kesehatan rakyat Venezuela, tukas Maduro.