Maria Elisa Hospita
06 Juli 2018•Update: 06 Juli 2018
Alix Hardy
MEKSIKO
Sedikitnya 24 orang tewas dan 49 terluka setelah serentetan ledakan mengguncang sebuah pabrik kembang api di kota Tultepec, utara Mexico City, pada Kamis.
Menurut siaran pers yang dirilis oleh pemerintah, ledakan pertama terjadi sekitar pukul 09:40 pagi waktu setempat (1430GMT). Tiga ledakan lagi terdengar sekitar 20 menit kemudian.
Ambulans Palang Merah, polisi, petugas pemadam kebakaran, bergegas mendatangi lokasi kejadian untuk menyelamatkan para korban.
Kepala Badan Perlindungan Sipil Meksiko Luis Felipe Puentes mengungkapkan bahwa korban jiwa termasuk seorang anak di bawah umur, seorang anggota Brigade Perlindungan Sipil, empat petugas pemadam kebakaran dan seorang perwira polisi federal dan kota.
Presiden Enrique Peña Nieto menyampaikan rasa belasungkawa kepada "semua keluarga korban" dan harapannya untuk "pemulihan yang cepat" bagi mereka yang terluka.
Palang Merah menyebutkan bahwa korban luka telah dipindahkan dengan helikopter ke sejumlah rumah sakit daerah dan pusat medis oleh unit penyelamat udara Grupo Relampagos.
Pihak berwenang mengatakan, mereka akan meninjau apakah pabrik tersebut memiliki izin negara, kemudian nantinya akan melakukan audit menyeluruh terhadap semua izin yang didistribusikan di area tersebut.
“Kami paham bahwa kembang api adalah cara hidup dan tradisi lama yang kami banggakan, namun tetap harus diatur,” kata Menteri Dalam Negeri Alejandro Ozuna.
Sejumlah ledakan mematikan telah terjadi di Tultepec, yang merupakan area khusus untuk produksi kembang api. Pada 25 Juni, sebuah ledakan di lingkungan yang sama menewaskan seorang warga dan melukai delapan lainnya.
Pada 20 Desember 2016, 42 orang tewas dan 70 terluka dalam serangkaian ledakan di pasar San Pablito, pasar kembang api terbesar di Meksiko.