Safvan Allahverdi
06 Juni 2018•Update: 07 Juni 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri Ekuador Maria Fernanda Espinosa Garces pada Selasa terpilih sebagai presiden Majelis Umum PBB berikutnya.
Dia menjadi presiden perempuan keempat dalam sejarah PBB, setelah mengalahkan kandidat pesaingnya, utusan Honduras untuk PBB Mary Elizabeth Flores Flake dengan perolehan suara 128-62.
Espinosa, yang mendedikasikan pemilihan itu bagi seluruh perempuan di dunia yang berpartisipasi di kancah politik saat ini, dan yang menghadapi serangan politik dan media yang diwarnai dengan machismo dan diskriminasi, akan mengambil alih kepemimpinan dari presiden majelis sekarang, Miroslav Lajcak, mulai September hingga September 2019.
Majelis Umum bertanggung jawab mengelola anggaran PBB, mengadopsi perjanjian-perjanjian, serta mengesahkan berbagai resolusi yang tidak mengikat secara hukum namun umumnya mencerminkan opini global.
Presiden Majelis Umum PBB bertugas memimpin rapat-rapat, mengamati aturan-aturan ketertiban parlementer, memanggil pembicara, menutup rapat, dan seterusnya. Jabatan tersebut bukanlah posisi eksekutif, karena pimpinan PBB yang sebenarnya adalah sekretaris jenderal.
Setiap tahunnya, pada bulan September, para pemimpin negara berkumpul untuk mengikuti sidang Majelis Umum PBB di New York, di mana markas besar PBB berada, dan membahas solusi diplomatik untuk masalah global dan politik negara-negara.