Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 Desember 2018•Update: 07 Desember 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Yaman akan menghadapi bencana kemanusiaan jika pembicaraan damai yang ditengahi PBB gagal, kata menteri luar negeri Jerman pada Kamis.
Berbicara kepada wartawan di Milan, Italia, Heiko Maas meminta kekuatan internasional dan regional untuk menggunakan pengaruh mereka pada pihak-pihak yang terlibat konflik untuk mencapai kemajuan bagi gencatan senjata dan akses kemanusiaan tanpa hambatan.
"Kalau tidak, semakin banyak orang akan mati di sana, kita harus mencegahnya dalam semua keadaan," tegasnya.
Perwakilan dari pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan pemberontak Houthi bertemu di Swedia pekan ini untuk pembicaraan damai yang ditengahi oleh PBB, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik di negara itu.
Yaman didera kekerasan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota, Sanaa.
Konflik meningkat pada 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan kampanye udara besar-besaran di Yaman untuk menggulingkan kekuasaan Houthi.
Sekutu Arab Saudi dan Sunni menuduh Houthi bertindak sebagai kekuatan proksi Syiah Iran.
Menurut PBB, hingga saat ini, puluhan ribu orang diperkirakan tewas, sementara sekitar 14 juta orang atau setengah dari total populasi negara itu berada dalam risiko kelaparan.