23 Juli 2017•Update: 24 Juli 2017
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nila F Moeloek meminta Jemaah Haji Indonesia untuk waspada terhadap penyebaran dan penularan wabah kolera. Ini lantaran adanya penyakit Kolera di Yaman yang telah menyerang 332 ribu orang di sana.
"Di negara Yaman yang bertetangga dengan Arab Saudi telah terjadi penyebaran dan penularan penyakit Kolera. Karena Yaman berbatasan dengan Arab Saudi, perlu diwaspadai kemungkinan penyebaran," ujar Menteri Nila.
Pesan tersebut disampaikan Menkes untuk jemaah haji Indonesia yang bersiap untuk berangkat melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi.
"Di Indonesia, penyakit diare masih ditemukan, tetapi penyakit kolera sudah sangat jarang ditemukan. Di sini, kolera sering disebut sebagai penyakit muntaber," tutur Menkes.
Menurut Menkes lagi, penularan kolera bisa terjadi lantaran tercemarnya minuman dan makanan dari kotoran penderita kolera. Risiko semakin besar bila penderita kolera buang air besar sembarangan atau berdekatan dengan sumber air atau tempat pengolahan makanan.
Agar jemaah haji Indonesia tidak tertular penyakit kolera, Menteri Kesehatan meminta agar jemaah memperhatikan kebersihan selama di Arab Saudi.
"Minum menggunakan air minum kemasan atau air yang sudah dimasak, menggunakan air bersih/PAM untuk keperluan sehari-hari, seperti masak, mencuci alat makan, gosok gigi, berwudhu, dan mandi. Cuci tangan dengan air yang cukup dengan sabun sebelum makan, sebelum menyentuh makanan atau mengolah makanan, dan sesudah buang air besar," tutupnya.
Kloter pertama jemaaah haji Indonesia akan mulai diberangkatkan melalui 13 embarkasi di Indonesia. Pemberangkatan gelombang pertama jemaah haji mulai 28 Juli-11 Agustus 2017, disusul gelombang kedua pada 12-26 Agustus 2017.