Megiza Soeharto Asmail
05 Juli 2018•Update: 06 Juli 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Kanselir Jerman Angela Merkel memuji Turki karena menampung lebih dari 3 juta pengungsi Suriah dan menyerukan kembali kepada negara-negara anggota Uni Eropa untuk lebih bertanggung jawab atas solusi Eropa terhadap krisis pengungsi.
Di hadapan anggota parlemen di Jerman pada hari Rabu, Merkel menggarisbawahi pentingnya keputusan Uni Eropa pekan lalu yang mengalokasikan tambahan 3miliar Euro dalam bantuan untuk pengungsi Suriah di Turki.
"Kami dapat mengkritik Turki tentang banyak masalah lain, tetapi apa yang telah dilakukan Turki dengan menyediakan tempat tinggal bagi pengungsi yang melarikan diri dari perang saudara di Suriah, merupakan kontribusi besar. Dan itu pantas untuk mendapat semua penghargaan,” kata dia.
Di tengah kritik oleh politisi oposisi, Merkel menggarisbawahi bahwa bantuan keuangan Uni Eropa tidak ditransfer ke anggaran negara Turki, namun secara khusus digunakan untuk proyek-proyek perbaikan kondisi pengungsi Suriah.
Kanselir Merkel juga menjabarkan tentang pertemuan pemimpin Uni Eropa pekan lalu di Brussels yang difokuskan pada cara-cara untuk mengatasi krisis pengungsi.
"Tantangan ini bukanlah sesuatu yang dapat ditangani oleh satu atau beberapa negara saja, tetapi ini adalah tugas bagi kita semua," kata Merkel menekankan sambil mengatakan para pemimpin mencapai pemahaman bersama tentang perlunya kerjasama yang lebih erat.
Dia memuji keberhasilan kerjasama Uni Eropa-Turki, dan berjanji untuk menandatangani perjanjian dengan negara-negara Afrika untuk mengontrol aliran migran ilegal melalui Mediterania.
Pada tahun 2016 Merkel telah memperjuangkan perjanjian pengungsi Uni Eropa-Turki dengan harapan menghentikan masuknya pengungsi, setelah hampir satu juta pengungsi tiba di Jerman.
Uni Eropa telah menjanjikan 6 miliar Euro (USD 7,44 miliar) dalam pendanaan untuk para pengungsi, dan berjanji untuk mengucurkan 3 miliar Euro kedua (USD 3,72 miliar) pada akhir 2018.
Kesepakatan telah berhasil secara signifikan dalam mengurangi jumlah penyeberangan di Laut Aegea, dan mencegah hilangnya banyak nyawa.
Turki menampung sekitar 3,5 juta warga Suriah, lebih banyak dari negara lain di dunia. Ankara mengatakan telah menghabiskan sekitar USD 25 miliar untuk membantu dan melindungi pengungsi sejak awal perang saudara Suriah.