Rhany Chairunissa Rufinaldo
25 Januari 2019•Update: 25 Januari 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Militer AS pada Kamis menghancurkan sebuah masjid di timur Suriah, mengklaim bahwa rumah ibadah itu adalah pusat operasi teroris Daesh di daerah itu.
Serangan itu dilakukan di bawah Operasi Inherent Resolve, nama militer Amerika untuk intervensi negara di Irak dan Suriah, dengan tujuan mengalahkan Daesh.
"ISIS terus melanggar Hukum Konflik Bersenjata dan menyalahgunakan infrastruktur yang dilindungi seperti rumah sakit dan masjid, yang menyebabkan fasilitas kehilangan statusnya yang dilindungi," kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan, menggunakan nama lain untuk kelompok teroris Daesh.
CENTCOM mengatakan serangan itu menewaskan teroris Daesh yang menggunakan masjid sebagai pusat komando, namun mereka tidak dapat memastikan berapa banyak orang yang tewas.
Serangan itu terjadi di tengah penarikan pasukan Amerika dari Suriah, yang pertama kali diumumkan pada bulan lalu oleh Presiden Donald Trump.
Selama beberapa bulan terakhir, AS melakukan sejumlah serangan terhadap masjid-masjid di seluruh Suriah, dengan klaim bahwa mereka menjadi markas para teroris Daesh, menewaskan puluhan warga sipil.
Pekan lalu, AS juga menyerang sebuah masjid di utara Suriah sehari setelah empat orang Amerika, termasuk dua tentara, tewas dalam serangan bunuh diri yang diklaim oleh Daesh di Manbij.
*Kasim Ileri berkontribusi pada berita ini