Rıskı Ramadhan
08 Januari 2018•Update: 09 Januari 2018
Betul Yuruk
NEW YORK
Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nikki Haley mengatakan bahwa tahap pertama perundingan langsung dengan Korea Utara adalah penghentian percobaan nuklir oleh Pyongyang, demikian dilaporkan pada Minggu.
Haley menjawab pertanyaan mengenai isu-isu terkini dalam program "This Week" yang ditayangkan saluran televisi ABC.
Haley menyatakan tidak ada perubahan dalam kebijakan AS setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan Korea Utara.
Haley menyatakan bahwa Korea Utara harus menghentikan uji coba nuklir dan bersedia untuk membicarakan pelarangan senjata nuklir tersebut sebelum dapat memulai perundingan.
Menanggapi perundingan antara Korea Utara dan Korea Selatan, Haley menilai kedua negara itu perlu hidup bersama dengan baik.
"Kedua negara dapat bernegosiasi jika mereka menginginkan, sejauh yang saya tahu mereka hanya akan membicarakan olimpiade. Kedua negara ini harus harus hidup bersama dengan baik dan jika mereka dapat melakukannya, itu akan baik untuk AS,” ujar Halley.
Mengenai pernyataan “tombol nuklir” Trump, Haley mengatakan, mereka ingin mengingatkan Korea Utara bahwa mereka juga dapat menghancurkan negara tersebut.
“Jadi perhatikan kata-kata Anda dan apa yang Anda lakukan. Saya sadar ini membuat orang-orang menjadi tegang, namun kami akan lebih berada dalam bahaya jika tidak melakukan ini,” tambah dia.
Dalam pidato tahun barunya, Kim menyatakan bahwa dia memiliki tombol nuklir di atas mejanya dan bisa digunakan setiap saat. Selain itu dia juga menyatakan tidak akan menghentikan program nuklir.
Menanggapi pernyataan tersebut, Trump melalui Twitter menyatakan bahwa dia memiliki tombol nuklir yang lebih besar daripada milik Kim.
“Akankah seseorang dari rezimnya yang telah habis dan kelaparan bisa beritahu dia bahwa saya juga memiliki tombol nuklir, yang lebih besar dan lebih kuat daripada yang dia miliki, dan tombol saya bekerja!" cuit Trump lewat Twitter.